Beranda > Sejarah Nasional > Sejarah Penggunaan Istilah Indonesia

Sejarah Penggunaan Istilah Indonesia

Kata “Indonesia” tumbuh di Hindia Belanda pada awal abad 20, yakni masa-masa Pergerakan Nasional. Penggunaan ini awalnya hanya untuk menunjukkan kesamaan identitas ciri masyarakat pribumi di Hindia Belanda. Kaum Pergerakan Nasional yang dimotori pelajar dan pemuda-lah yang sering menggunakan istilah ini. Tujuannya adalah tidak lain untuk menggalang persatuan dalam pergerakan organisasi. Istilah “Indonesia” semakin populer tatkala diikrarkannya “Sumpah pemuda 28 Oktober 1928” oleh para organisasi pergerakan pemuda yang sepakat menggunakan satu istilah “Indonesia” dalam kesatuan Tanah Air, Bangsa, Dan Bahasa. Namun, istilah “Indonesia” ternyata sudah lama muncul di Eropa dengan skala relative terbatas pada karya tulisan orang-orang Eropa.
Istilah “Indonesia” pertama kali digagas pada 1850 dalam bentuk “Indu-Nesians” oleh pengamat asal Inggris, yakni George Samuel Windsor Earl. Earl menggunakan istilah tersebut sebagai istilah etnografis. Tetapi, Earl yang tidak puas dengan istilah tersebut langsung menggantikannya dengan istilah yang lebih khusus, yakni “Malayu-Nesians”.
James Logan, kolega dari Earl, memutuskan bahwa “Indonesian” sebenarnya adalah kata yang lebih tepat digunakan sebagai istilah geografis, bukan etnografis seperti yang digagas oleh Earl. Menurut logan, “Indonesia” lebih tepat untuk istilah geografis yang diambil dari istilah “Indian Islands” untuk wilayah di Hindia Belanda. Sedangkan pengistilahan individu / orang yang menempati geografis tersebut digunakan istilah “Indonesian” untuk “Indian archipelagian”. Dengan membedakan antara penggunaan kata secara geografis dan etnografis, Logan menjadi orang pertama yang menggunakan istilah “Indonesia” untuk menjabarkan kawasan geografis kepulauan Indonesia. Istilah tersebut tetap dipakai oleh Logan secara relative bebas dalam setiap tulisannya.
Baru pada tahun 1877, seorang ahli antropologi asal prancis, E.T. Hamy, menggunakan kembali kata “Indonesia“ untuk menjabarkan kelompok-kelompok ras prasejarah dan “pra-Melayu” tertentu di kepulauan Indonesia. Istilah Indonesia selanjutnya semakin banyak dipakai dalam beberapa tulisan peneliti, seperti: pada tahun 1880, A.H. Keane (Antropologi Britania); 1880 N.B. Dennys (Ahli Linguistic Britania); 1890, Sir William Edward Maxwell (Administrator kolonial dan ahli bahasa Melayu Britania); dan Adolf Bastian (Ahli Etnografi Jerman) menggunakan istilah “Indonesia” dalam karyanya ‘Indonesen Oder Die Inseln Des Malayischen Archipel’ pada tahun 1884-1894. Maka sejak saat itu, penggunaan istilah “Indonesia” semakin populer di banyak kalangan penulis dan peneliti Barat, dan berlanjut terus hingga saat ini.

Rujukan:
Elson, R. 2008. The Idea Of Indonesia: Sejarah Pemikiran Dan Gagasan.

  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: